Hak tinggi

Aku baru tahu manfaat sepatu hak tinggi sepulang dari party di ballroom terus kita langsung ke kamar yang aku pakai. Ternyata hak tinggi memang membuat tinggi, posisi yang sulit jadi mudah. Ahhhh! Fantastis! Dengan berdiri dan berjalan-jalan juga bisa. Kamu luar biasa. Apalagi malam itu aku merasa cantik sekali, dengan gaun merah tua berkilau yang backless dengan v-neck rendah dan make up yang bagus. Ada jeleknya juga soalnya kamu hati-hati untuk berciuman takut makeup rusak. Tapi yang penting sensasi hak tinggi itu!  Bodoh sekali aku baru tahu saat itu! Sepatu lebih tinggi, jelajahnya lebih dalam. Depan belakang samping kanan kiri bisa. Olalalalalalalalalalalalala!

Kapstok

Olala! Ternyata punyamu bisa buat cantelan Mas!  G-string bisa. Ditambahin bra tipis bisa. Lingerie tipis yang night gown ternyata terlalu berat. ;) Padahal aku ingin titipkan tas hahahahahaha

Rindu anak, takut hamil

Aku tidak pernah tertarik anak kecil, malah tidak suka karena mereka rewel dan mengganggu. Apakah mungkin karena aku lama sekali jadi anak bungsu yang dapat perhatian berlimpah-limpah dari keluarga? Alam sudah mengatur, aku memang ternyata tidak bisa punya anak.  Sayangnya itu aku ketahui dalam perjalanan waktu. Setelah ada sensasi yang berkurang Mas. Takut hamil selama bertahun-tahun panjang itu membuatku was-was sekaligus nikmat karena harus hitung kalender subur karena kita tidak pakai kontrasepsi tapi seringkali harus menyatukan diri karena kangen dan butuh. Datangnya kesempatan untuk bersatu total karena aku tidak subur itu dulu sangatlah aku nantikan, karena aku belum tahu kalau aku tidak bisa hamil. Tapi itu semua tidak aku sesali Mas

Payudara dan lainnya

Pria suka bahkan terobsesi. Mungkin karena ingin jadi bayi lagi. Tapi kenapa wanita tidak? Aku ingat majalah-majalah yang dulu aku belikan untukmu. Kamu suka sekali, katamu indah buat dipandang berlama-lama. Tapi jujur saja kamu juga memandang bawahnya apalagi yang close up kan? Pria selalu penasaran bagaimana rupa milik wanita untuk dibanding-bandingkan. Playboy, Penthouse, Hustler… aku tahu kamu suka dua yang terakhir karena katamu Playboy terlalu lights. Aku tahu kamu tidak suka wanita yang black karena katamu mengerikan, tidak indah wilayah intimnya. Ketika kamu ke luar negeri dulu yang kamu beli adalah edisi Asians. Kamu suka Jepang dan Chinese gals, pasti di internet kamu panen hiburan terutama yang warna nipples  dan labia cokelat muda atau merah, rumputnya halus panjang lemas. Apa sebetulnya yang ingin diketahui pria? Tidak pernah dewasa selalu ingin tahu macam-macam bentuk ;) :P

Tiada penasaran akan perkawinan

Rasanya jarang aku penasaran apa yang terjadi pada pengantin baru atau pasangan muda yang menikah, lalu aku iri. Tidak pernah. Yakinlah. Bahkan kubayangkan menikah adalah hilangnya kebebasan lalu akan lelah latihan kompromi termasuk mendidik anak dan atur keuangan. Aku tidak tertarik karena mungkin di usia seharusnya aku ingin tahu aku sudah mengenal cara wanita dewasa menikmati kehidupan kodatinya kecuali hamil dan melahirkan. Misalnya aku tidak punya pengalaman itu mungkin aku hanya penasaran dan iri. Kamu guruku Mas!

Kamu bayiku

Ada saat ketika kamu jadi anak kecil, menyelinap ke ketiakku, menyusup ke payudaraku, mencari kehangatan dan ketenangan sampai tertidur. Kadangkala waktu kamu terlelap aku jadi “gelisah” karena ingin sekali. Lama-lama aku bisa sabar karena latihan. Aku tahu banget saat kamu lelap sekali kamu akan bangun padahal tidak ada mimpi dewasa. Saat itulah aku jadi si betina yang akan menyetirmu seperti jip tangguh 4×4 di arena off-road

Brewok

Siapa yang nakal? Kamu bisa sok alim berani bilang tidak akan tegang sementara aku yakin dalam waktu singkat dapat membangunkan macan tidur. Kita mengenal istilah “brewok” karena ketika punyamu tergulung jadi kecil itu aku akan mengulum dan melumatnya sampai penuh hingga di sekitar mulutku ada kumis dan jenggot. Pol penuh sampai mentok karena dalam keadaan tidak siap memang mungil lucu. Entah bagaimana kamu alihkan pikiran, pernah dulu lama sekali kamu tetap kecil. Aku penasaran. Perjanjian kita kepalaku tidak boleh aku tarik mundur. Kamu yang nakal. Tiba-tiba sesuatu bangkit tanpa menggeliat tahap demi tahap, langsung menyentuh tenggorokanku. Aku tersedak kehabisan nafas, tapi mulutku tidak boleh mundur. Nakal! Sensasional banget! Sebelumnya liliput lalu jadi raksasa dalam mulut. Aku kewalahan

Karena terbiasa? ;)

Naluri yang bicara karena mungkin seperti rumah saat gelap karena giliran pemadam di mana penghuninya hafal letak meja dan tangga. Posisi apapun yang kita ambil kita selalu tahu secara instink bagaimana supaya pas kemudian setelah itu penyatuan diri menjadi lebih cepat. Tapi kamu memang manja Mas, sering minta tanganku menuntun, sementara aku pura-pura mengatur sudut supaya pas.  Ada perasaan dibutuhkan dan didamba katamu. Ada rasa bahwa aku sangat menginginkan sehingga aku harus aktif tempatkan sudut yang pas. Katamu itu sensasi. Menurutku juga. Katamu itu lebih mesra. Kataku juga. ;) Oh ingat kamu melompat menerjang langsung menubruk dan kita langsung bersatu. Score kita sama, aku juga pernah lakukan, saat kamu telentang lalu aku lompat setelah mulutku sudah kenyang, mendudukimu dengan memunggungimu. Langsung pas!!! Luar biasa. Gila. Hihihi

Ada apa dengan tangan kiriku?

Katamu lebih enak tangan kiriku untuk hantarkan dirimu menuju titik pelepasan isi bendungan nafsumu. Kenapa bisa beda dari tangan kanan? Waktu kamu pejamkan mata kamu bisa tebak itu kanan atau kiri dari tanganku.  Aku juga heran sekali, dengan tangan kiri akan lebih cepat kamu sampai, bisa tiba-tiba sampai aku tidak siap… wajahku, mataku, rambutku kena pancaranmu yang suatu kali bisa banyak sekali. Tangan kiriku itu ajaib ya Mas?

Bathrobe, kimono

Bathrobe handuk putih bersih membuatmu gagah, tampak homy, tapi aku lebih suka kalau di hotel ada kimono untukmu asalkan bukan batik. Kimono tipis, tanpa kerah, begitu tersibak tampak mencuatlah milikmu yang membuatku gemas dan lupa diri, bahkan bisa menjadi ganas sampai kamu terperas habis-habisan ;)

Aku paling suka kamu pakai kimono. Aku paling tidak sabar melihat lalu merasakan gesekan milikmu yang tegak gagah menantang apalagi manakala kimono kamu biarkan tersibak. Tak sabar rasanya memberikan semua milikku yang bisa menggenggam milikmu sampai kamu kelelahan tanpa daya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.